Logo Bloomberg Technoz

Aplikasi yang Diwajibkan Batasi Akses Anak, dari YouTube-Roblox

Merinda Faradianti
09 March 2026 17:30

Ilustrasi media sosial. (Bloomberg)
Ilustrasi media sosial. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan pembatasan akses akun pada sejumlah platform digital seperti permainan hingga media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP TUNAS. Platform yang dimaksud mulai dari YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.

Berikut profil platform digital yang dilakukan pembatasan akses bagi anak berusia di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026 mendatang:

YouTube

Ilustrasi YouTube. (Bloomberg)

YouTube merupakan platform berbagi video digital terkemuka di dunia, yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menonton, dan berbagi konten secara gratis. Platform ini diluncurkan pada tahun 2005 silam oleh mantan karyawan Paypal. Dengan cepat, YouTube populer karena kemudahan penggunaannya dan meningkatnya permintaan akan konten video online, dilansir dari Arimetrics pada Senin (9/3/2026).

Pada Oktober 2006, YouTube diakuisisi oleh Google Inc. US$1,65 miliar dalam bentuk saham Google, dan menjadi tonggak sejarah dalam ekspansi global. Selama perjalanannya, YouTube mengalami perkembangan yang signifikan. Mulai dari Music Key yang diluncurkan kembali sebagai YouTube Red pada tahun 2015, sehingga dapat memperluas penawaran untuk mencakup semua video YouTube tanpa iklan dan konten eksklusif.

Pada tahun 2018, YouTube Red kemudian diubah namanya menjadi YouTube Premium yang menawarkan fitur-fitur pemutaran di latar belakang dan akses offline, bersama dengan YouTube Music Premium. YouTube pada tahun 2019 memperkenalkan kebijakan baru untuk melindungi anak-anak di platform tersebut, dengan menyesuaikan cara pengumpulan data dan iklan ditampilkan dalam video yang ditujukan untuk anak-anak.

TikTok

Warga membuka aplikasi TikTok di Jakarta, Senin (24/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Berasal dari Tiongkok dengan nama Douyin, platform ini merupakan gagasan dari ByteDance, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Beijing, China. TikTok mulai mendunia pada tahun 2016 yang menciptakan konten-konten digital. Video pendek TikTok tersedia berbagai genre seperti komedi, tari, hingga pendidikan.

Pengguna biasanya membuat video berdurasi 15 hingga 60 detik, yang sering kali ditambah dengan musik, filter, dan efek khusus. Namun, beberapa pengguna juga memproduksi konten yang lebih Panjang hingga 60 menit materi yang telah direkam sebelumnya dan 10 menit video yang direkam di dalam aplikasi.

Perjalanan TikTok sendiri dimulai pada 2016 ketika ByteDance meluncurkan aplikasi Douyin untuk pasar Tiongkok. Dalam waktu satu tahun, Douyin telah menarik 100 juta pengguna dan mencatat lebih dari satu miliar penayangan setiap hari. Setelah itu, TikTok berekspansi ke luar Tiongkok, dan diluncurkan secara internasional pada September 2017.

Titik balik terjadi pada November 2017, ketika ByteDance mengakuisisi aplikasi media sosial Musical.ly, yang populer di kalangan remaja di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Pada Agustus 2018, TikTok dan Musical.ly bergabung, memperluas jangkauan global TikTok dengan basis pengguna Gen Z yang beragam dan internasional.

Platform ini sempat mendapatkan kritik dan pengawasan hukum terkait masalah privasi data, keamanan pengguna, dan moderasi konten. Kontroversi ini menggarisbawahi kompleksitas yang melekat dalam mengelola platform media sosial global dan menyoroti perlunya dialog berkelanjutan tentang etika digital dan perlindungan pengguna. Praktik pengumpulan data TikTok telah disebut-sebut terlalu invasif, termasuk pengumpulan berbagai informasi pengguna seperti data lokasi, informasi perangkat, dan detail pribadi dari koneksi jejaring sosial.

Facebook

Situs media sosial Facebook. (Bloomberg)

Facebook adalah platform jejaring sosial milik Meta Platforms, Inc. di mana menjadi tempat pengguna terhubung dengan teman dan keluarga, bergabung dengan komunitas, dan berbagi konten. Dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun 2025, Facebook tetap menjadi jaringan media sosial terbesar di dunia. Bagi merek, Facebook merupakan saluran penting untuk periklanan, membangun komunitas, dan mengumpulkan informasi konsumen.

Dikutip dari laman Brandwatch, Facebook diluncurkan pada tahun 2004 sebagai jejaring sosial Universitas Harvard sebelum dibuka untuk umum pada tahun 2006. Facebook dengan cepat menjadi platform dominan di seluruh dunia, dan tahun 2021 perusahaan induknya berganti nama menjadi Meta Platforms.

Platform ini berada di pusat ekosistem Meta bersama Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Meskipun platform-platform baru menarik perhatian, basis pengguna Facebook terus tumbuh. Meta melaporkan 3,07 miliar pengguna aktif bulanan pada Q3 2024, menjadikannya jejaring sosial pertama yang melampaui ambang batas 3 miliar.

Instagram

Instagram. (Dok: Bloomberg)

Instagram merupakan aplikasi jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi gambar dan video. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dan menjadi aplikasi andalan di banyak ponsel pintar anak muda. Mulanya, perusahaan ini didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, yang merupakan lulusan Universitas Stanford, pada tahun 2010 dan sekarang memiliki sekitar 200 juta pengguna. Facebook, raksasa jejaring sosial, mengakuisisi perusahaan ini pada tahun 2012. Meskipun premis dasarnya adalah berbagi gambar, popularitas situs ini berasal dari fitur pengeditan gambarnya.

Setelah pengguna mengambil gambar, filter Instagram – yang jumlahnya puluhan – dapat mengubah gambar dengan cara yang mengingatkan pada cetakan Polaroid jadul. Aplikasi ini memungkinkan pembuatan profil pribadi tetapi juga dapat dihubungkan ke profil jejaring sosial yang sudah ada seperti Facebook dan X, yang berarti pengguna dapat membagikan gambar mereka di berbagai platform. Diketahui, Instagram mewajibkan penggunanya berusia minimal 13 tahun sebelum dapat membuat akun.

Threads

Aplikasi Threads (Dok. Bloomberg)

Threads adalah aplikasi berbasis teks yang diluncurkan oleh Instagram untuk memfasilitasi percakapan di antara penggunanya. Aplikasi ini memberikan pengalaman yang mirip dengan Twitter [saat ini bernama X], di mana audiens dapat mengikuti berita terbaru atau trending topics dan memulai postingan mereka sendiri. Salah satu kelebihan Threads adalah integrasinya yang erat dengan Instagram. Ketika seseorang mendaftar di Threads, aplikasi dapat dengan mudah mengimpor detail dari profil Instagram user. Selain itu, dikarenakan keduanya sama-sama berasal dari Meta, mendaftar akun Threads bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Terdapat beberapa fitur di platform Threads, seperti status otomatis yang memungkinkan user untuk membagikan kegiatan tanpa harus mengaturnya secara manual. Dengan mengakses lokasi, aplikasi ini dapat mendeteksi di mana user berada lalu menyesuaikan status sesuai dengan itu. Kemudian, akses mudah untuk kamera, list close friends, hingga notifikasi khusus dan fitur voive note yang menawarkan kemampuan untuk mengirim pesan suara, memberikan alternatif lain untuk berkomunikasi selain dengan teks.

 X (Twitter)

Ilustrasi aplikasi X Twitter milik Elon Musk. (Bloomberg)

Platform X dulu bernama Twitter yang identik dengan logo burung biru nya. Logo X menjadi identitas baru jejaring sosial ini dan diperkenalkan oleh Elon Musk yang telah mengakuisisi Twitter pada tahun 2022 silam seharga US$44 miliar. Pada Juli 2022, Twitter resmi mengganti logo burung biru ikonik dengan logo "X" yang bergaya dan menghapus nama Twitter dari situs web, aplikasi, dan kantor pusatnya.

Pengguna X dapat menikmati fitur-fitur baru seperti X Premium, unggahan yang lebih panjang, berbagi video yang lebih baik, transaksi digital, dan mungkin juga fungsi e-commerce. Penambahan ini dapat membuat X lebih serbaguna, menggabungkan hiburan, media sosial, dan utilitas sehari-hari dalam satu aplikasi.

Mulanya platform ini didirikan pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Biz Stone, Noah Glass, dan Evan Williams. Waktu itu, yang masih bernama Twitter memungkinkan siapa pun untuk mendaftar dan mengirim pesan teks alfanumerik yang disebut "tweet" atau "postingan," hingga sepanjang 280 karakter, ke daftar pengikut. X sendiri dirancang untuk memberi informasi kepada teman dan kolega. Namun, platform ini kemudian banyak digunakan untuk tujuan komersial dan politik, yaitu untuk memberi informasi terkini kepada pelanggan, pemilih, dan penggemar, serta untuk mendorong umpan balik.

Bigo Live