Dapur MBG Solo Disorot, BGN Temukan Kendala Pemasok dan Fasilitas
Recha Tiara Dermawan
09 March 2026 10:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Solo Raya setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam aspek manajerial dan fasilitas dapur yang dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evaluasi tersebut dilakukan setelah Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengumpulkan Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi dari wilayah Solo Raya yang meliputi Surakarta, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali. Dalam pertemuan tersebut, seluruh unsur pelaksana diminta menyampaikan laporan mengenai kondisi operasional SPPG atau dapur MBG di lapangan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Kepala Regional Jawa Tengah bersama para Koordinator Wilayah, BGN menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi. Salah satu temuan utama adalah terbatasnya jumlah pemasok bahan pangan di sejumlah SPPG.
Data yang dihimpun menunjukkan sekitar 80 SPPG di wilayah Solo Raya masih menggunakan satu hingga lima pemasok bahan pangan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketergantungan terhadap mitra tertentu sehingga diperlukan pembenahan dalam tata kelola pemasok agar lebih terbuka dan kompetitif.
Selain persoalan pemasok, BGN juga menemukan beberapa dapur MBG yang belum dilengkapi fasilitas pendukung secara memadai. Beberapa di antaranya belum memiliki kamar atau mess bagi petugas, perlengkapan dapur yang belum lengkap, serta pembangunan dapur yang belum sepenuhnya mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan.





























