Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin, Iran Sinyalkan Perang Berlanjut
News
09 March 2026 16:40

Paul Wallace dan Christine Burke - Bloomberg News
Bloomberg, Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang beraliran garis keras, sebagai Pemimpin Tertinggi baru. Langkah ini langsung menuai kritik dari Donald Trump dan menjadi sinyal kuat bahwa negara tersebut tidak akan mundur dalam peperangan yang kini mengguncang Timur Tengah dan mengacaukan pasar energi global.
Harga minyak melonjak drastis melewati angka US$100 per barel pada perdagangan Senin (9/4) pagi, menambah tekanan bagi pemerintahan Trump. Penutupan efektif Selat Hormuz telah memaksa produsen Teluk, mulai dari Irak, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab (UEA), untuk memangkas produksi mereka. Di Singapura, harga minyak mentah Brent sempat naik sekitar 16% menjadi US$108 per barel pada pukul 15.00 waktu setempat, level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.
Brent bahkan sempat menyentuh angka hampir $120 sebelum akhirnya sedikit melandai. Hal ini terjadi setelah Financial Times melaporkan bahwa para menteri keuangan negara-negara G-7 akan mendiskusikan kemungkinan pelepasan cadangan minyak bersama yang berkoordinasi dengan Badan Energi Internasional (IEA).
Menanggapi lonjakan harga bahan bakar di AS yang terjadi sejak pekan lalu, Trump menyebut harga minyak US$100 sebagai "harga yang kecil untuk dibayar." Ia menegaskan bahwa biaya tersebut "akan turun dengan cepat segera setelah penghancuran ancaman nuklir Iran selesai."




























