Ekonom Indef Sebut Rupiah Berpotensi Terus Tertekan
Pramesti Regita Cindy
09 March 2026 21:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah akan berlanjut di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global dan kondisi pasar keuangan domestik.
Menurut Manap, tekanan tersebut dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global yang membuat investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang lebih aman seperti emas.
"Investor itu akan dengan mudah melepaskan rupiah dan pindah ke negara lain atau ke instrumen lain, terutama di emas, yang menjadi instrumen investasi yang dianggap sangat aman," kata Manap dalam diskusi INDEF secara daring, Senin (9/2/2026).
Dia menilai level Rp17.000/US$ sudah menjadi batas psikologis yang perlu diwaspadai oleh Bank Indonesia (BI). Angka tersebut dinilai jauh dari asumsi nilai tukar dalam kerangka makroekonomi pemerintah untuk 2026.
Selain itu, pelemahan rupiah juga berpotensi memperburuk tekanan ekonomi domestik karena Indonesia masih mengalami defisit minyak.




























