Inflasi China Meroket Akibat Harga Minyak dan Konsumsi Imlek
News
09 March 2026 12:30

Bloomberg News
Bloomberg, Pertumbuhan harga konsumen di China meningkat ke level tercepat dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan deflasi di sektor pabrik mulai mereda, didorong oleh reli pasar energi global serta ledakan pengeluaran rumah tangga selama libur Tahun Baru Imlek yang jatuh lebih lambat tahun ini.
Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis Senin (9/3), Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak melampaui seluruh prediksi ke angka 1,3% pada Februari secara tahunan (yoy), naik signifikan dari posisi 0,2% di bulan Januari. Angka ini juga berada di atas estimasi median para ekonom yang disurvei Bloomberg sebesar 0,9%.
Sementara itu, penurunan indeks harga produsen (IHP) menyempit menjadi 0,9% secara tahunan—level terkecil sejak Juli 2024—meskipun angka tersebut tetap mencatatkan penurunan selama 41 bulan berturut-turut. IHK Inti, yang tidak termasuk barang volatil seperti makanan dan energi, mencapai 1,8%, tertinggi sejak 2019.
China diprediksi akan mengalami reflasi (pemulihan tingkat harga) secara bertahap tahun ini setelah menderita tren penurunan harga terpanjang dalam beberapa dekade. Namun, tantangan baru muncul dari faktor eksternal. Perang Donald Trump dengan Iran telah melambungkan harga minyak dunia dan mengancam sumber impor minyak mentah murah bagi China.






























