Logo Bloomberg Technoz

Perry: Rupiah Loyo Akibat Korporasi Butuh Valas & Isu Deputi BI

Sultan Ibnu Affan
21 January 2026 15:46

Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur BI, Perry Warjiyo saat pertemuan tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumar (28/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara terkait fenomena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berlangsung sejak awal tahun hingga 20 Januari 2026 kemarin. 

Perry menjelaskan, dari sisi faktor domestik, pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia karena adanya kebutuhan valuta asing (valas) yang besar dari sejumlah korporasi nasional.

"Ada kebutuhan valas yang besar dari sejumlah korporasi, terutama Pertamina, PLN dan Danantara," kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI Edisi Januari 2026, Rabu (21/1/2026).


Tak hanya itu, Perry mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah juga disebabkan oleh adanya persepsi pasar terhadap kondisi fiskal, termasuk salah satunya terkait kabar soal proses pencalonan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang beredar belakangan ini.

"Maka kami tegaskan lagi bahwa proses pencalonan Deputi Gubernur BI sudah sesuai undang-undang dan tata kelola, serta tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas kewenangan BI yang tetap profesional dengan tata kelola yang kuat," papar Perry.