Logo Bloomberg Technoz

BI Jelaskan Alasan Pelemahan Rupiah yang Sentuh Rp16.945/US$

Sultan Ibnu Affan
21 January 2026 14:35

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkap alasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi belakangan ini. Pada 20 Januari 2026 nilai tukar rupiah sebesar US$16.945/US$ atau melemah 1,53 persentase poin dari level akhir Desember 2025.

Gubernur BI Perry Warjijyo mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat ketidakpastian pasar keuangan global. BI mencatat hingga 19 Januari 2026 mencatat, transaksi modal dan finansial mencatatkan net outflow sebesar US$1,6 miliar.

Selain itu ada kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik yang sejalan dengan kegiatan ekonomi.


“Guna menjaga kestabilan rupiah, BI menempuh langkah-langkah stabilitas lewat intervensi di pasar NDF offshore maupun onshore DNDF serta di pasar spot,” ungkap Perry dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah hampir 2% sejak awal tahun 2026, hingga Selasa (20/1/2026). (Bloomberg).

Menurut BI, respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 1,5% hingga 3,5%.