Ramalan Bitcoin Pasca Drop Tersengat Tensi Panas Greenland
Redaksi
21 January 2026 09:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bitcoin yang berada pada level terburuknya dalam sepekan terakhir mencerminkan kekhawatiran investor akibat kekhawatiran geopolitik yang memanas imbas keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin mencaplok Greenland.
Terperosoknya harga mulai tampak pada hari Selasa yang saat itu masih berada di zona US$92.951 untuk kemudian mencapai level US$89.500-an dini hari tadi, Rabu (21/1/2026).
Bitcoin dalam 24 jam perdagangan terakhir mencapai level terendah di US$87.942 sekitar pukul 6 pagi, mengutip data CoinGecko. Altcoin seperti Ether, Solana hingga BNB, juga TRON mengalami kejatuhan lebih dalam. Investor kini cemas dan pasar kripto dihantui risiko tinggi. Gelombang likuidasi menyebabkan valuasi aset digital secara keseluruhan terbaru hilang US$150 miliar.
Aksi Trump terbaru menggiring ekspektasi penurunan harga yang lebih dalam dalam beberapa bulan ke depan. Trader Derive.xyz, protokol terdesentralisasi untuk opsi on-chain, perpetuals, dan produk terstruktur, memperkirakan ada kans lebih besar aset kripto paling berharga di dunia ini akan turun di bawah US$80.000 pada akhir Juni.
Kepala riset Derive.xyz, Sean Dawson, menyampaikan bahwa di pasar opsi hanya terdapat peluang 19% bahwa harganya akan naik di atas US$120.000 namun lebih mengarah pada peluang 30% penurunan pada 26 Juni, melansir CoinDesk, Rabu.






























