Logo Bloomberg Technoz

Pasar Masih Terombang-ambing, Pemegang Bitcoin Patut Waspada

Redaksi
05 March 2026 10:46

Bitcoin. Dok: Bloomberg
Bitcoin. Dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, JakartaPasar kripto masih rapuh dan masih terbuka peluang Bitcoin kembali jatuh meski dalam dua hari terakhir harganya relatif terjaga pada saat ketegangan geopolitik membuyarkan bursa ekuitas global.

Perang di kawasan Teluk masih mungkin meluas dan sementara telah memasuki hari ke enam. Hal ini mendorong volatilitas kripto. “Kami masih menganggap situasi ini terlalu rapuh untuk mengatakan bahwa titik terendah telah tercapai. Bitcoin rentan karena volatilitas indeks saham yang meningkat, yang memaksa investor institusional untuk mengurangi leverage mereka,” ucap Alex Kuptsikevich, analis pasar utama di FxPro, dikutip Kamis (5/3/2026).

Bitcoin, yang menempati posisi unik di tengah peperangan Iran melawan Israel-Amerika Serikat, sempat kokoh di posisi US$74.064 (sekitar Rp1,25 miliar), pada Kamis dini hari namun tak lama mengubah posisinya pada kisaran harga US$72.409 (sekitar Rp1,22 miliar) hingga pukul 10.45 waktu Indonesia.


Dukungan harga salah satunya hadir lewat pernyataan Presiden Donald Trump yang mengkritik lembaga perbankan yang melobi melawan agendanya kripto pemerintahan federal. Trump menegaskan terus mendorong rancangan regulasi  pasar kripto AS.

Industri kripto “tidak boleh diambil dari Rakyat Amerika” dan bahwa ketidakberdayaan akan memberikan keuntungan bagi China, mengutip unggahan Trump di Truth Social.