Logo Bloomberg Technoz

Efek Memanasnya Geopolitik, Bitcoin Hari Ini Ambrol ke US$88 Ribu

Redaksi
21 January 2026 08:46

Ilustrasi aset digital Bitcoin. (Bloomberg)
Ilustrasi aset digital Bitcoin. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aset kripto paling bernilai Bitcoin pada awal perdagangan hari ini, Rabu (21/1/2026) tersungkur meninggalkan zona US$90.000 di tengah gejolak yang terjadi di Wall Street, Amerika Serikat.

Pasar aset digital searah dengan pergerakan ekuitas global, mengkhawatirkan tensi kebijakan tarif dagang Presiden AS Donald Trump dengan target sekutunya sendiri, negara-negara di Eropa.

Hingga pukul 8.30 waktu Indonesia Bitcoin drop 4,2% dalam 24 jam perdagangan terakhir ke level US$88.838,27 (sekitar Rp1,5 miliar), menyamai pencapaian dua pekan sebelumnya meski catatan sepanjang 2026 masih ada di teritori positif.


Mengacu pada aspek teknikal Bitcoin kehilangan Simple Moving Average 200 (SMA 200) atau Exponential Moving Average (EMA) selama periode 4 jam. Terdapat indikasi zona dukungan yang lebih rendah terkait tren harga ataupun.

Trader Daan Crypto Trades menyatakan bahwa Bitcoin telah kembali ke rentang konsolidasi jangka panjangnya. Catatan rekor terbaru belum lama ini memang telah tercapai setelah breakdown awal, “meski begitu gagal mempertahankannya dan kembali turun di bawah level breakout,” dikutip dari unggahannya di media sosial X, Rabu (21/1/2026).

Penurunan tajam Bitcoin 21 Januari 2026. Dok: TradingView