Logo Bloomberg Technoz

Krisis The Fed Mungkin Membuat Rupiah Menguat Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 January 2026 08:17

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang menguat pada perdagangan hari ini menyusul perkembangan sentimen global yang membuat laju dolar Amerika Serikat (AS) terbatas. 

Polemik yang menimpa bank sentral AS lantaran aksi politik Presiden AS Donald Trump telah membuat aset dolar AS menjadi susut. 

"Dinamika pasar menunjukkan bahwa aset AS, termasuk dolar, kini memiliki premi risiko politik yang jauh lebih tinggi. Hal ini akan memaksa investor asing untuk mengurangi atau menurunkan eksposur mereka terhadap aset AS," kata Chris Weston, kepala peneliti di Pepperstone Group, seperti dikutip Bloomberg News.


Peluang penguatan rupiah jadi terbuka bila melihat sinyal dari pasar mancanegara (offshore).

Kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) di bursa Singapura pagi ini, Rabu (21/1/2026), bergerak menguat sebesar 0,14% ke posisi Rp16.970/US$ dari posisi penutupan kemarin di Rp16.993/US$.