Logo Bloomberg Technoz

Vale: Nikel Masih Krusial Sebagai Mineral Kritis Transisi Energi

Pramesti Regita Cindy
20 January 2026 12:20

Conveyor belt berisi kobalt./dok. Bloomberg
Conveyor belt berisi kobalt./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menegaskan nikel tetap akan memegang peranan penting sebagai mineral kritis dalam mendorong transisi energi global, sekalipun harga komoditas tersebut berada di level rendah beberapa tahun terakhir.

Menurut Direktur Utama Vale Indonesia Bernadus Irmanto, suatu mineral disebut kritis bukan semata-mata karena nilainya tinggi di pasar, melainkan karena tingkat kelangkaannya dan peran strategisnya dalam mendukung perubahan menuju energi bersih.

"Mineral itu disebut kritis karena dalam pandang itu [pertama,] susah dicari. Kedua, memang secara fungsinya sangat-sangat kritikal, terutama untuk mendorong energy transition. Jadi, walaupun mungkin kalau kita lihat, misalkan kok mineral kritis, tetapi kayak nikel harganya kok murah begitu kan. Akan tetapi, itu kan dua hal yang terpisah ya," ungkap Bernadus ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (19/1/2026).


Menurutnya, kebutuhan terhadap nikel dalam ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan teknologi energi bersih tetap tinggi, sehingga relevansinya sebagai mineral strategis belum tergantikan.

Bernadus menekankan tantangan utama saat ini bukan pada permintaan, melainkan pada cara pengelolaan dan produksi agar tetap berkelanjutan dan bertanggung jawab.