Logo Bloomberg Technoz

Pasokan Baru Tanah Jarang Tak Cukup Penuhi Permintaan EV Global

News
04 March 2026 14:00

Kotak berisi sampel logam tanah jarang di Frankfurt. (Alex Kraus/Bloomberg)
Kotak berisi sampel logam tanah jarang di Frankfurt. (Alex Kraus/Bloomberg)

Jacob Lorinc - Bloomberg News

Bloomberg, Laporan dari Bloomberg Intelligence (BI) menunjukkan bahwa gelombang pasokan baru logam tanah jarang dekade ini tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan global yang meningkat. Akibatnya, berpeluang terjadi kelangkaan dan kekuatan penetapan harga yang lebih besar bagi pemasok dominan, China, dan segelintir produsen di luar negara Asia tersebut.

Pemerintah di seluruh dunia berupaya mengurangi dominasi Beijing atas logam tanah jarang yang dibutuhkan untuk magnet yang digunakan dalam kendaraan, elektronik konsumen, dan teknologi pertahanan.


Namun, meski ada miliaran dolar dana publik bagi penambang non-China, kata BI, defisit pasokan material kritis ini masih akan terjadi.

Laporan yang diterbitkan pada Senin (2/3/2026) ini memperkirakan permintaan unsur tanah jarang utama akan meningkat sekitar 7% per tahun hingga 2030, didorong oleh pertumbuhan kendaraan listrik (EV), elektronik konsumen, dan penggunaan militer.