Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah belakangan didorong spekulasi pasar terkait dengan independensi Bank Indonesia (BI).
Purbaya menegaskan rupiah bakal kembali menguat seiring dengan pemulihan fundamental ekonomi saat ini.
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan mengusulkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 2027.
Menurut sumber Bloomberg Technoz, Kepala Negara berniat menunjuk keponakannya untuk menjadi petinggi di bank sentral. Sementara itu, Juda Agung berpotensi menggantikan Thomas di Kementerian Keuangan.
"Ini mungkin sebagian [pasar] spekulasi ketika Thomas akan ke sana [BI]. Wow, orang spekulasi, dia [BI] independensinya akan hilang," kata Purbaya.
Untuk diketahui saja, penutupan pasar spot hari Senin (19/1/2026), rupiah menyentuh Rp16.942 per dolar AS. Di pasar offshore, rupiah menyentuh di atas Rp17.000/US$.
Kendati demikian, Purbaya memastikan tren pelemahan rupiah tersebut dalam waktu dekat akan segera berakhir dan kembali menguat.
Dia beralasan fundamental ekonomi Indonesia saat ini sudah cukup positif, yang diharapkan dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, kata dia, perbaikan ekonomi juga terlihat dari tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menguat.
"Kalau indeks naik di situ, pasti ada flow asing masih ke situ juga kan? Nggak mungkin domestik sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu," tutur dia.
"Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiah menguat karena supply dolar akan bertambah."
(lav)




























