Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Hampir Rp17.000, OJK Minta Perbankan Perkuat Stress Test

Pramesti Regita Cindy
20 January 2026 09:40

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan stress test secara lebih ketat guna mengukur dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level psikologis Rp17.000/US$ terhadap stabilitas bank.

Sejalan dengan apa yang disampaikannya tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pelemahan rupiah merupakan bagian dari risiko pasar yang harus diantisipasi oleh setiap bank secara individual.

"Jadi saya kira itu harus diassess individual bank seperti apa. Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu," ujar Dian kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Selasa (20/1/2026). 


Menurutnya, pengujian ketahanan tersebut tidak hanya dilakukan oleh bank secara internal, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan rutin OJK terhadap industri perbankan.

"Sejauh apa sih dampaknya, itu rutin biasanya mereka lakukan, di samping kita juga," tuturnya.