RI Tekan Produksi Jadi 250 Juta Ton, Nikel Bisa Naik ke US$20.000
Azura Yumna Ramadani Purnama
19 January 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas meramal harga logam nikel dunia berpotensi menembus US$20.000/ton dalam waktu dekat, seiring adanya kepastian pemangkasan target produksi bijih nikel Indonesia menjadi sekitar 250—260 juta ton pada tahun ini dari realisasi tahun lalu sebesar 379 juta ton.
Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono memprediksi harga nikel dapat menembus level tersebut didukung oleh kepastian pemangkasan produksi bijih nikel dan terlambatnya penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Dia menegaskan, jika persetujuan RKAB 2026 tidak kunjung terbit dalam waktu dekat, harga nikel dunia berpotensi segera lompat dari level US$18.000/ton.
“Secara teknikal dan fundamental, estimasi angka yang bisa dicapai US$20.000/ton. Tergantung seberapa lama RKAB ‘nyangkut’,” kata Wahyu kepada Bloomberg Technoz, dikutip Senin (19/1/2026).
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan sepanjang 2026 harga nikel dunia berpeluang bergerak ke level US$25.000/ton seiring dengan keputusan Indonesia memangkas target produksi bijih nikel pada tahun ini.
































