Kata FINI Soal Rencana Pemangkasan Produksi Nikel 2026
Azura Yumna Ramadani Purnama
17 January 2026 19:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memastikan perusahaan smelter nikel di Indonesia belum mengkerek impor bijih nikel untuk memenuhi kebutuhan awal tahun meskipun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensinyalir bakal memangkas produksi bijih nikel menjadi sekitar 250–260 juta ton.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan hingga saat ini belum mendapatkan pengumuman resmi ihwal penyesuaian rencana produksi bijih nikel tahun ini dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026.
Dengan begitu, impor bijih nikel juga belum dilakukan sebab masing-masing perusahaan masih menanti keputusan resmi Kementerian ESDM dan masih menghitung potensi kebutuhan bijih dan persediaan di Tanah Air.
“Saat ini kami masih menunggu hasil perhitungan keputusan akhirnya baik secara total maupun masing-masing perusahaan,” kata Arif ketika dihubungi, Sabtu (17/1/2026).
Arif meyakini produksi bijih dalam RKAB 2026 akan disesuaikan sesuai kapasitas produksi smelter nikel di Indonesia, sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
































