Logo Bloomberg Technoz

Indonesia Diprediksi Topang Produksi LNG Asia Pasifik Mulai 2030

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 March 2026 15:50

Produksi gas lepas pantai Husky-CNOOC Madura Limited. (Dok: Pemkab Sumenep)
Produksi gas lepas pantai Husky-CNOOC Madura Limited. (Dok: Pemkab Sumenep)

Bloomberg Technoz, Jakarta – BMI—lengan riset Fitch Solutions, bagian dari Fitch Group — memprediksi, setelah 2030, sebagian besar pertumbuhan produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Asia Pasifik akan bergantung pada upaya Indonesia revitalisasi lapangan gas eksisting dan melakukan eksplorasi lanjutan.

Dalam jangka menengah, peningkatan pasokan LNG regional diperkirakan masih akan didorong oleh tambahan ekspor dari Australia pada 2026 dan 2027.

Sementara itu, kontribusi tambahan dari Indonesia dan Malaysia diperkirakan masih relatif lebih kecil pada periode tersebut.


Namun, memasuki 2029, Indonesia diproyeksikan menyumbang sebagian besar pertumbuhan pasokan LNG regional. Hal ini terjadi di tengah risiko penundaan lanjutan proyek Papua LNG di Papua Nugini.

“Setelah 2030, sebagian besar pertumbuhan regional akan bergantung pada upaya Indonesia untuk merevitalisasi eksplorasi dan produksi serta mengembangkan penemuan-penemuan yang telah diketahui,” tulis BMI dalam riset terbarunya, Kamis (5/3/2026).

Ekspor LNG Negara-negara Asean per Tahun (Dok. BMI)