Ekonom Soroti Strategi Pengendalian Defisit Hingga Subsidi Energi
Mis Fransiska Dewi
06 March 2026 11:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menyoroti kebijakan pemerintah seperti strategi pengendalian defisit dan pembiayaan anggaran di tengah risiko kenaikan subsidi energi untuk memulihkan guncangan pasar di tengah eskalasi perang di Timur Tengah. Pemerintah diminta segera memulihkan jangkar kepercayaan pasar melalui paket kebijakan yang terlihat jelas, konsisten, dan terkoordinasi dengan bank sentral.
Dalam kaitan itu, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede menyarankan empat hal yang perlu dilakukan pemerintah. Pertama, pemerintah perlu segera memperjelas strategi pengendalian defisit dan pembiayaan anggaran di tengah risiko kenaikan subsidi energi.
Hal ini termasuk menyiapkan ruang penyangga anggaran yang kredibel dan mekanisme kompensasi yang tepat sasaran agar gejolak harga minyak tidak langsung menggerus disiplin fiskal.
Kenaikan harga minyak akibat konflik menjadi tekanan bagi pasar Asia hari ini. Minyak mentah Brent tercatat melonjak 4,93% ke US$85,41/barel hari ini.
“Ini penting karena tekanan energi dapat memperlebar defisit dan mempersempit ruang kebijakan, serta pasar sudah menilai risiko stabilitas makro saat ini lebih rapuh dibanding episode sebelumnya,” kata Josua saat dihubungi, Jumat (6/3/2026).
































