Goolsbee menambahkan bahwa ia telah mengesampingkan kekhawatiran sebelumnya mengenai pasar tenaga kerja. Menurutnya, ketidakpastian memang membuat bisnis memperlambat perekrutan, namun tidak sampai memicu aksi PHK massal.
Goolsbee sebelumnya menyatakan tidak setuju terhadap pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember lalu, bersama dengan Gubernur The Fed Kansas City, Jeff Schmid. Dalam sebuah acara pada Kamis kemarin, Schmid menegaskan kembali argumennya untuk menolak pemangkasan lebih lanjut. Ia berpendapat bahwa pendinginan pasar tenaga kerja “kemungkinan diperlukan agar prospek inflasi tidak memburuk.”
Berdasarkan data pasar berjangka, para investor kini tidak memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga lagi hingga Juni mendatang. Proyeksi terbaru The Fed yang dirilis Desember lalu menunjukkan para pejabat hanya melihat kemungkinan satu kali pemangkasan sebesar 25 basis poin di sepanjang tahun 2026.
Beberapa pejabat The Fed yang sebelumnya mendukung pemangkasan suku bunga juga menyatakan dukungan terhadap jeda kebijakan dalam pernyataan mereka pada Kamis. Di antaranya Gubernur The Fed San Francisco, Mary Daly, yang menulis di LinkedIn bahwa “kebijakan berada pada posisi yang baik,” serta Gubernur The Fed Philadelphia, Anna Paulson, yang mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa ia nyaman dengan mempertahankan suku bunga pada level saat ini bulan ini.
Banyak pembuat kebijakan juga terus menyatakan dukungan kepada Gubernur The Fed Jerome Powell, serta menekankan pentingnya independensi bank sentral, menyusul terungkapnya informasi bahwa Departemen Kehakiman AS pada 9 Januari mengeluarkan surat panggilan (subpoena) kepada The Fed terkait kesaksian Powell di Kongres pada 2025 mengenai proyek renovasi gedung.
Dalam pernyataan video yang tidak biasa dan dirilis pada Minggu, Powell menyebut renovasi tersebut sebagai “dalih” untuk penyelidikan yang bertujuan menekan bank sentral agar memangkas suku bunga lebih lanjut, sesuatu yang terus didorong Presiden Donald Trump sejak kembali menjabat tahun lalu.
“Kita tidak perlu terburu-buru melangkah ke mana pun,” kata Gubernur The Fed Atlanta Raphael Bostic, dalam sebuah acara di Atlanta. “Kita harus memastikan tetap berada dalam sikap kebijakan yang ketat, karena inflasi masih terlalu tinggi, dan harga-harga yang mahal itu membebani begitu banyak warga Amerika.”
(bbn)






























