Bagian krusial dari fase kedua ini melibatkan penunjukan tim teknokrat untuk membantu menjalankan roda pemerintahan di Gaza. Hal ini merupakan bagian dari upaya AS dalam membangun kembali wilayah tersebut setelah lebih dari dua tahun konflik dengan Israel. Para diplomat berharap pemerintahan baru ini dapat memulihkan tata kelola harian dan layanan publik di bawah pengawasan "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) yang dipimpin oleh Trump dan para pemimpin dunia lainnya.
Undangan untuk bergabung dalam Board of Peace telah disebarkan pada Rabu. Trump disebut secara langsung memilih siapa saja yang akan duduk dalam panel tersebut, menurut seorang pejabat AS yang memberikan penjelasan kepada wartawan dengan syarat anonim.
Meskipun rencana ini telah digulirkan, masa depan perdamaian yang berkelanjutan masih diliputi ketidakpastian. Hamas hingga kini masih menguasai hampir separuh wilayah Gaza dan bersikeras menolak pelucutan senjata. Meski bantuan kemanusiaan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, belum jelas bagaimana AS dapat mendorong upaya rekonstruksi. Unggahan Witkoff di platform X juga minim penjelasan mengenai cara mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
Gencatan senjata yang rapun pun kerap terganggu oleh serangan dari pihak Hamas maupun serangan udara balasan dari Israel. Hamas juga menolak menyerahkan persenjataannya, meski mendapat ancaman dari Amerika Serikat dan Israel.
Hamas hingga kini juga belum mengembalikan jenazah sandera terakhir yang diculik dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu konflik. Israel, yang menuntut Hamas menyerahkan seluruh sandera yang tersisa sesuai kesepakatan sebelum fase kedua dimulai, menyatakan bahwa polisi Israel Ran Gvili tewas saat berusaha melawan invasi Hamas pada 2023 dan jenazahnya dibawa ke Gaza.
Menurut pejabat AS tersebut, para pejabat Palestina telah bertindak dengan itikad baik dan mengidentifikasi beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan jenazah tersebut, yang akan dilakukan pencarian.
Pengumuman pembentukan komite teknokratis pada Rabu juga memicu pernyataan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang pada malam harinya berbicara langsung dengan orang tua Ran Gvili.
“Perdana Menteri menegaskan bahwa pemulangan Ran merupakan prioritas utama dan bahwa langkah deklaratif terkait pembentukan komite teknokratis tidak akan memengaruhi upaya pemulangan Ran untuk dimakamkan secara Yahudi,” demikian pernyataan kantornya dalam unggahan di platform X. Pernyataan itu juga menambahkan bahwa “Hamas wajib memenuhi ketentuan perjanjian dengan mengerahkan 100 persen upaya untuk memulangkan seluruh sandera yang gugur, hingga yang terakhir, Ran Gvili, pahlawan Israel.”
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, yang memimpin pemerintahan di Tepi Barat, menyatakan dalam pernyataan pada Rabu bahwa ia “menyambut baik upaya yang dilakukan Presiden Donald Trump untuk menuntaskan implementasi rencana perdamaiannya” melalui pengumuman pembentukan komite Palestina tersebut.
(bbn)































