Logo Bloomberg Technoz

INDF hingga ACES Berpotensi Terdepak dari Daftar MSCI

Artha Adventy
15 January 2026 13:55

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah saham disebut berpotensi terdepak dari MSCI. Proses rebalancing indeks tersebut berisiko menjadi tekanan bagi sejumlah emiten yang dinilai berpeluang keluar dari konstituen MSCI.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi menilai sejumlah saham berisiko terdampak dalam peninjauan indeks MSCI mendatang. Salah satu emiten yang menjadi perhatian adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang dinilai berpotensi terdampak di kategori MSCI Indonesia Global Standard.

Prasetya menjelaskan INDF memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$3,68 miliar dengan free float sebesar 49,9%. Potensi arus keluar dana asing dari saham INDF diperkirakan berada di kisaran US$180 juta hingga US$300 juta, seiring dengan penyesuaian portofolio investor berbasis indeks.


“Potensi arus keluar dana asing dari saham-saham tersebut perlu dicermati investor, terutama menjelang periode pengumuman dan implementasi indeks,” kata Prasetya dalam risetnya, dikutip Kamis (15/1/2025).

Selain INDF, Prasetya juga mencermati sejumlah saham yang berpotensi keluar dari MSCI Indonesia Small Cap. Saham-saham tersebut antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).