Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026

BEI: Saat Turburbulensi, Terbang Tinggi Adalah Pilihan Terbaik

Recha Tiara Dermawan
12 February 2026 12:10

Direksi dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kabarnya menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI. Dok: BEI
Direksi dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kabarnya menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai penjabat Direktur Utama BEI. Dok: BEI

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengakui bursa saham dua pekan terakhir mengalami volatilitas tinggi, menyusul sejumlah perkembangan yang dipicu oleh publikasi MSCI Inc pada 28 Januari 2026.

Kondisi tersebut membuat pasar saham domestik seolah berada dalam turbulensi. Ibarat pesawat yang tengah berada dalam kondisi tersebut, terbang rendah bukan pilihan tepat, melainkan harus terbang lebih tinggi.

“Kalau kita recall 11 hari terakhir memang banyak sekali hal yang terjadi, tetapi saya akan memberikan fokus kepada beberapa poin bahwa tanggal 28 Januari, MSCI mengeluarkan publikasi kepada publik yang paling tidak dua hal yaitu pembekuan untuk Indonesia dan kedua adalah potensi Indonesia turun dari Emerging Market,” ujar Jeffrey dalam kegiatan Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).


“Kalau kita ibaratkan saat ini adalah kondisi turbulence, kita hanya satu pilihan, terbang lebih rendah bukan pilihan tepat, pilihan hanya terbang lebih tinggi. Ini adalah momen tepat yang berharga untuk kita manfaatkan untuk melakukan pembenahan signifikan di pasar.”

Jeffrey menambahkan, komunikasi dengan MSCI telah berlangsung sejak Oktober 2025. Sejak periode tersebut hingga Januari 2026, BEI telah melakukan lima kali pertemuan dengan MSCI. Pada awal Januari, BEI juga telah menyampaikan pembaruan terkait pembagian klasifikasi investor dengan pengungkapan kepemilikan di atas 5%.