Logo Bloomberg Technoz

RKAB 2026 Terlambat Diyakini Tak Terlalu Ganggu DMO Batu Bara

Pramesti Regita Cindy
15 January 2026 12:40

Batu bara untuk PLTU Cirebon-1.//Bloomberg-Muhammad Fadli
Batu bara untuk PLTU Cirebon-1.//Bloomberg-Muhammad Fadli

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energi Forum (IMEF) menilai keterlambatan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sektor pertambangan tidak berpotensi mengganggu realisasi pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Ketua IMEF Singgih Widagdo menuturkan, DMO tetap menjadi prioritas utama dalam industri pertambangan batu bara nasional. Bahkan, pemenuhan kewajiban DMO menjadi syarat utama sebelum perusahaan dapat melakukan ekspor.

"Semestinya tidak [menganggu], karena DMO menjadi prioritas. Bahkan, untuk melakukan ekspor harus dilihat komitmen atas DMO-nya," tutur Singgih saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).


Menurutnya, produksi batu bara nasional sejak awal memang harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, khususnya sektor kelistrikan umum yang menjadi konsumen terbesar.

Hal tersebut, kata dia, juga sejalan dengan amanat konstitusi yang menegaskan industri pertambangan harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri sebelum menggarap pasar ekspor.

Porsi pemanfaatan batu bara nasional sepanjang 2025. (dok. Kementerian ESDM)