Logo Bloomberg Technoz

RI Tekan Produksi, Stok DMO Dinilai Aman Pakai Batu Bara Campuran

Pramesti Regita Cindy
14 January 2026 11:50

Coal falls through a sorting grate at a coal mine. Photographer: Waldo Swiegers/Bloomberg
Coal falls through a sorting grate at a coal mine. Photographer: Waldo Swiegers/Bloomberg

Bloomberg  Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energi Forum (IMEF) menilai penguatan fasilitas pencampuran jenis batu bara berbeda atau coal blending menjadi solusi jangka panjang untuk mengamankan stok batu bara, khususnya guna memenuhi kewajiban pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Hal ini sekaligus menjawab pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 akan dipangkas menjadi sekitar 600 juta ton, lebih rendah dari target tahun lalu sebanyak 735 juta ton.

Ketua IMEF Singgih Widagdo mengatakan upaya pengamanan DMO tidak cukup hanya mengandalkan pengaturan volume produksi, tetapi juga perlu memperhatikan sebaran dan kualitas batu bara nasional.


"Untuk memperkuat DMO, khususnya dalam mengamankan pasokan batu bara di dalam negeri, perlu diperkuat dengan coal blending," jelas Singgih saat dihubungi, Rabu  (14/1/2026).

Porsi pemanfaatan batu bara nasional sepanjang 2025. (dok. Kementerian ESDM)

Menurutnya, pembangunan fasilitas coal blending tersebut dapat melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai sumber pendanaan.