PLN: Cuaca Ekstrem Awal 2026 Jadi Tantangan DMO Batu Bara ke PLTU
Pramesti Regita Cindy
14 January 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyebut tantangan utama dalam distribusi batu bara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) saat ini bukan berasal dari keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, melainkan faktor cuaca ekstrem yang terjadi pada awal tahun.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengakui cuaca ekstrem awal tahun ini memberikan tantangan tersendiri bagi kelancaran pengiriman batu bara ke sejumlah pembangkit.
"Awal tahun ini kami menghadapi faktor cuaca seperti hujan dan ombak yang cukup tinggi sehingga sedikit mengganggu," kata Bernadus kepada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (14/1/2026).
Namun demikian, dia menegaskan kondisi pasokan batu bara dari program domestic market obligation (DMO) di pembangkit milik PLN masih berada pada level aman meski distribusi sempat terganggu akibat hujan dan gelombang laut yang cukup tinggi.
"Stok batu bara kami sejauh ini aman, di pembangkit kami setara rata-rata 21,14 HOP [Hari Operasi Pembangkit] dan beberapa tongkang juga terus berdatangan," tegasnya.































