Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kembali Menguat Terbatas Sore Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 March 2026 15:19

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, di tengah ketidakpastian geopolitik dan menguatnya indeks dolar AS. 

Dalam perdagangan hari ini (3/3/2026), rupiah ditutup menguat 0,02% di level Rp16.857/US$, setelah sempat melemah cukup dalam hingga menyentuh level Rp16.880/US$ pada pukul 13.20 WIB. Pada pembukaan pagi, rupiah tercatat melemah 0,03% di level Rp16.866/US$. 

Penguatan rupiah berbanding terbalik dengan penguatan indeks dolar AS yang diikuti dengan pelemahan beberapa mata uang di pasar Asia.


Indeks dolar AS terapresiasi sebesar 0,4% di level 98,77. Meski dolar AS menguat, yuan China tampak menjadi jangkar penguat bagi mata uang Asia sore ini, khususnya mata uang yang bersifat safe haven. Dolar Hong Kong menguat 0,16%, disusul yuan China menguat 0,11%, dan yuan offshore 0,08%, serta yen Jepang terapresiasi tipis saja 0,03%, kemudian rupiah menguat terbatas 0,02%. 

Pergerakan rupiah dalam perdagangan spot Selasa (3/3/2026). (Bloomberg)

Namun, jangkar ini tak berlaku bagi beberapa mata Asia lainnya. Seperti won Korea Selatan yang sejak pembukaan tadi pagi hingga penutupan spot sore waktu Indonesia mengalami pelemahan paling dalam sebesar 2,1%, disusul dolar Taiwan menyusut 0,58%, peso Filipina susut 0,34%, dan ringgit Malaysia melemah 0,28%.