Logo Bloomberg Technoz

Harga Aset Kripto Dunia Babak Belur, Transaksi di Ri Ikut Luntur

Redaksi
03 March 2026 15:20

Anggota DK OJK Sektor ITSK-IAKD Hasan Fawzi. dok: Ojk
Anggota DK OJK Sektor ITSK-IAKD Hasan Fawzi. dok: Ojk

Bloomberg Technoz, Jakarta - Transaksi aset digital kripto di pasar spot dan pasar derivatif melambat efek dari tren pelemahan harga yang terjadi secara global, sebagaimana disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi.

Perolehan nilai transaksi di pasar spot bulan Januari 2026 mencapai Rp29,24 triliun. Semenetara pada perdagangan aset keuangan digital (AKD) di pasar derivatif Rp8,01 trilun pada periode yang sama, sehingga secara total catatan transasksi Rp37,25 triliun.

Padahal pada posisi Desember tahun lalu nilai perdagangan di pasar spot untuk aset kripto Rp32,68 triliun dan Rp8,6 triliun pada AKD, atau dijumlahnya mencapai Rp41,28 triliun.


“Ini tercatat menurun jika dibandingkan bulan Desember 2025, tentu ini sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di kawasan global,” ucap Hasan dalam RDKB OJK secara daring, Selasa (3/3/2026).

Jika membandingkannya dengan pencapaian Desember 2024 angkanya masih melesat di level Rp94,08 triliun, dan langsung ambles satu bulan setelahnya Rp44,07 triliun (Jamuari 2025), mengutip data OJK pada Februari 2025.