Pengamat: ICE dan Hybrid Berpotensi Topang Penjualan Mobil 2026
Redaksi
13 January 2026 16:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Insentif kendaraan listrik Completely Built Up (CBU) yang kini tak lagi diperpanjang oleh Kementerian Perindustrian dan juga wacana terkait insentif untuk mobil Internal Combustion Engine (ICE) dan Hybrid yang semakin mengemuka, membuat peta persaingan mobil di Indonesia di tahun 2026 ini berpotensi berubah.
Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu berpendapat bahwa kebangkitan ICE dan hybrid akan menjadi penyangga volume penjualan nasional di tahun 2026 mendatang.
“Kalau insentif pemerintah diarahkan lebih netral teknologi dengan basis emisi dan TKDN [Tingkat Komponen Dalam Negeri] maka hybrid bisa menang lebih cepat di pasar massal.” kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/1/2026).
Menurut Yannes, tahun 2026 tak akan menjadi pesta EV besar-besaran melainkan menjadi fase seleksi yang ketat bagi pemain otomotif.
“Karena dalam kondisi daya beli yang ketat, konsumen cenderung memilih teknologi yg paling masuk akal dgn cicilan dan risiko, Hal ini bakal membuat HEV [Hybrid EV] menjadi jalan tengah yg realistis karena tidak bergantung pada SPKLU, lebih aman untuk pemakaian lintas kota, dan biasanya lebih bisa diterima dari sisi total biaya kepemilikan” kata Yannes.































