EV Turun 53% MoM, Industri Otomotif Berubah Haluan?
Redaksi
17 February 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle BEV pada Januari 2026 tercatat 10.211 unit, lebih rendah 53% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 21.800 unit. Koreksi bulanan yang dalam ini terjadi setelah lonjakan besar pada akhir tahun yang didorong oleh pembelian besar-besaran menjelang berakhirnya insentif.
Namun secara tahunan, kinerja BEV justru menunjukkan ekspansi yang sangat kuat. Volume penjualan Januari 2026 tercatat sekitar empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2.580 unit, menandakan percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Yannes Martinus Pasaribu, Pengamat Otomotif dari ITB, menyebut bahwa koreksi penjualan mobil listrik secara bulanan lebih mencerminkan fase normalisasi pasar setelah stimulus fiskal berakhir.
“Setelah berakhirnya insentif PPN DTP di akhir tahun 2025, yang membuat pasar kembali ke level normal dan segmen yang paling diuntungkan oleh insentif, yaitu BEV, langsung mengalami koreksi hingga 52,1% dibanding bulan sebelumnya.” kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Senin (16/2/2026).
Yannes menilai, hal ini membuktikan bahwa penetrasi EV yang ada di Indonesia sangatlah bergantung pada insentif yang diberikan oleh pemerintah.




























