Logo Bloomberg Technoz

Salah satu indikator paling umum untuk mengenali foto hasil AI adalah dengan memperhatikan objek makhluk hidup, terutama manusia dan hewan. Meski AI kini mampu menghasilkan gambar lanskap yang sangat realistis, teknologi ini masih sering “terpeleset” saat menggambarkan anatomi makhluk hidup.

Beberapa tanda yang patut dicurigai antara lain:

  • Jumlah jari tangan atau kaki yang tidak wajar

  • Proporsi tubuh yang aneh atau tidak seimbang

  • Bagian tubuh yang tampak menyatu atau terpisah secara tidak logis

  • Wajah yang terlihat simetris berlebihan

Selain itu, kulit manusia pada foto AI biasanya tampak terlalu sempurna. Teksturnya sangat halus, nyaris tanpa pori-pori, kerutan, atau noda alami. Efek ini mirip hasil airbrush ekstrem, yang justru terlihat tidak alami jika diamati lebih saksama. Hal serupa juga berlaku pada hewan, seperti bulu yang terlalu rapi atau mata yang terlihat tidak hidup.

Jika sebuah foto menampilkan manusia atau hewan dengan tampilan “terlalu sempurna”, ada kemungkinan besar gambar tersebut merupakan hasil manipulasi AI.

2. Perhatikan Konsistensi Objek dan Latar Belakang

Foto hasil AI sering kali memiliki satu objek utama yang terlihat sangat detail dan realistis. Namun, masalah biasanya muncul pada objek pendukung atau latar belakangnya. Ketidakkonsistenan kualitas antar elemen dalam satu gambar bisa menjadi tanda kuat bahwa foto tersebut dibuat oleh AI.

Misalnya, wajah seseorang terlihat sangat tajam, tetapi objek di sekitarnya justru tampak buram, tidak jelas, atau bentuknya aneh. Contoh lain adalah bayangan yang tidak sesuai arah cahaya, pola bangunan yang berulang secara tidak wajar, atau benda-benda kecil yang tampak “asal tempel”.

AI bekerja berdasarkan pola dan data, bukan logika visual seperti manusia. Akibatnya, detail kecil yang tampak sepele sering terlewatkan. Dengan melatih mata untuk melihat kejanggalan-kejanggalan ini, Anda bisa lebih mudah mengidentifikasi foto editan AI.

3. Gunakan Fitur Reverse Image Search

Jika Anda ragu terhadap keaslian sebuah gambar, langkah paling aman adalah melakukan pencarian gambar terbalik atau reverse image search. Anda bisa memanfaatkan Google Lens atau fitur pencarian gambar serupa di mesin pencari.

Caranya cukup mudah:

  1. Klik kanan pada gambar

  2. Pilih opsi “Cari gambar dengan Google Lens”

  3. Periksa hasil pencarian yang muncul

Saat ini, beberapa perusahaan teknologi seperti Google dan OpenAI telah menambahkan metadata khusus pada gambar yang dihasilkan oleh AI. Metadata ini berfungsi seperti watermark digital yang menandai bahwa gambar tersebut dibuat atau dimodifikasi oleh AI. Dalam beberapa kasus, hasil pencarian akan menampilkan peringatan atau keterangan bahwa gambar tersebut merupakan konten buatan AI.

Selain itu, reverse image search juga membantu Anda menemukan sumber asli gambar dan versi resolusi lebih tinggi. Penyebar hoaks sering menggunakan gambar berkualitas rendah untuk menyamarkan detail yang mencurigakan. Jika gambar tersebut hanya muncul di akun media sosial anonim dan tidak berasal dari sumber tepercaya seperti media arus utama, sebaiknya Anda meningkatkan kewaspadaan.

4. Waspadai Teks yang Tidak Jelas atau Tidak Masuk Akal

Teks dalam gambar merupakan salah satu kelemahan paling mencolok dari foto hasil AI. Baik itu teks cetak, papan nama, poster, maupun tulisan tangan, AI sering menghasilkan huruf yang tampak aneh, kabur, atau tidak konsisten.

Beberapa ciri teks hasil AI antara lain:

  • Huruf terlihat meleleh atau tidak terbaca jelas

  • Ejaan yang salah atau huruf acak

  • Bentuk font yang berubah-ubah dalam satu kata

  • Teks tidak sesuai konteks lokasi

Meskipun model AI terbaru sudah semakin pintar dalam menghasilkan teks, kesalahan konteks masih sering terjadi. Contohnya, sebuah gambar yang diklaim diambil di negara non-Inggris, tetapi seluruh teks di sekitarnya menggunakan bahasa Inggris tanpa alasan yang jelas. Hal-hal seperti ini patut dipertanyakan dan perlu ditelusuri lebih lanjut.

Mengapa Penting Mengenali Foto Editan AI?

Ilustrasi foto hewan hasil Ai (Envato)

Kemampuan mengenali foto AI bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga literasi digital. Di tengah banjir informasi visual, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan tidak langsung mempercayai apa yang dilihat. Foto yang tampak meyakinkan bisa saja digunakan untuk menggiring opini, menipu publik, atau menyebarkan disinformasi.

Dengan memahami ciri-ciri foto editan AI, Anda bisa:

  • Terhindar dari hoaks dan manipulasi visual

  • Lebih bijak dalam membagikan konten

  • Melindungi diri dan orang lain dari penipuan digital

Foto hasil editan AI semakin sulit dibedakan dari foto asli, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Namun, dengan memperhatikan detail manusia dan hewan, mengecek konsistensi objek, memanfaatkan reverse image search, serta mencermati teks dalam gambar, Anda bisa meningkatkan kemampuan untuk mengenali foto buatan AI.

Di era digital saat ini, sikap kritis dan teliti adalah kunci utama. Jangan mudah percaya pada satu gambar tanpa verifikasi. Ingat, tidak semua yang terlihat nyata di layar benar-benar nyata di dunia sebenarnya.

(seo)

No more pages