Golongan 900 VA-RTM dikenakan tarif Rp1.352 per kWh, sedangkan daya 1.300 VA dan 2.200 VA sebesar Rp1.444,70 per kWh. Untuk rumah tangga besar di atas 3.500 VA, tarifnya Rp1.699,53 per kWh.
Sementara pelanggan subsidi seperti 450 VA dan 900 VA subsidi tetap menikmati tarif lebih rendah, masing-masing Rp415 per kWh dan Rp605 per kWh.
Tarif Listrik Pelanggan Bisnis
Pelanggan bisnis juga mengikuti tarif yang telah ditetapkan pemerintah. Golongan B-2 dikenakan Rp1.444,70 per kWh, sementara B-3 mendapat tarif lebih rendah yaitu Rp1.114,74 per kWh.
Tarif ini dirancang agar dunia usaha tetap bergerak tanpa terbebani lonjakan biaya energi.
Tarif Listrik Pelanggan Industri
Untuk sektor industri, tarif listrik Januari 2026 tetap kompetitif. Golongan I-3 dikenakan Rp1.114,74 per kWh, sedangkan industri besar I-4 menikmati tarif Rp996,74 per kWh.
Ini menjadi salah satu upaya menjaga daya saing industri nasional.
Tarif Listrik Fasilitas Pemerintah dan PJU
Fasilitas pemerintah dan penerangan jalan umum (PJU) dikenakan tarif Rp1.699,53 per kWh, sementara tegangan menengah berada di kisaran Rp1.522,88 per kWh.
Tarif ini mendukung layanan publik tetap berjalan optimal.
Tarif Listrik Pelayanan Sosial
Tempat ibadah dan yayasan sosial mendapat tarif khusus yang jauh lebih rendah, mulai dari Rp325 per kWh untuk daya 450 VA hingga Rp925 per kWh untuk daya besar.
Kebijakan ini membantu operasional layanan sosial tetap terjangkau.
Apa Itu Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
Saat membeli token listrik, nominalnya akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai kebijakan daerah.
Di Jakarta, PPJ berkisar 2,4% hingga 4%, tergantung daya listrik. Inilah sebabnya jumlah kWh yang masuk ke meteran tidak persis sama dengan nominal token.
Cara Menghitung Token Listrik Menjadi kWh
Rumusnya sederhana:
(Nominal token – PPJ) ÷ tarif listrik = kWh yang didapat
Mudah, kan? Tinggal sesuaikan dengan golongan daya dan tarif daerahmu.
Token Rp50.000 Dapat Berapa kWh?
Untuk pelanggan 900 VA non-subsidi di Jakarta, token Rp50.000 dipotong PPJ 2,4% menjadi sekitar Rp48.800.
Jika dibagi tarif Rp1.352 per kWh, hasilnya sekitar 36,09 kWh.
Token Rp100.000 Dapat Berapa kWh?
Dengan perhitungan yang sama, token Rp100.000 akan menghasilkan sekitar 72,19 kWh setelah dipotong PPJ.
Semakin besar token, semakin efisien karena biaya admin relatif sama.
Tips Hemat Listrik Januari 2026
Gunakan alat elektronik seperlunya, matikan perangkat standby, dan manfaatkan cahaya alami di siang hari.
Kebiasaan kecil ini bisa membuat token listrik bertahan lebih lama tanpa mengurangi kenyamanan.
Kenapa Tarif Listrik Tidak Berubah?
Pemerintah menahan tarif listrik demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Kebijakan ini menjadi angin segar di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
(seo)






























