Logo Bloomberg Technoz

KSP Bantah Siswa Wafat di Bengkulu Akibat Keracunan MBG 

Dovana Hasiana
04 March 2026 14:35

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari membantah kabar bahwa siswa bernama Fatih dari MIN 2 Ketahun, Bengkulu Utara, yang meninggal dunia karena mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa burger. Berdasarkan hasil investigasi Badan Gizi Nasional, kematian siswa tersebut tidak berkaitan dengan program MBG.

Qodari mengatakan fakta di lapangan menunjukkan siswa tersebut sempat pingsan sebelum sempat memakan menu MBG yang dibagikan hari itu. Hasil pemeriksaan medis atau CT Scan di RS Bhayangkara menunjukkan adanya pendarahan otak, bukan gejala klinis keracunan makanan.

"Uji laboratorium BPOM terhadap sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi [SPPG] Giri Kencana menunjukkan hasil negatif terhadap bakteri E. coli maupun cemaran berbahaya lainnya," ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (4/3/2026). 


"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya siswa MIN 2 Ketahun, Bengkulu Utara. Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama pemerintah. Setiap kejadian yang diduga terkait program MBG tidak pernah dianggap remeh dan pemerintah langsung menindaklanjutinya."

Per 2 Maret 2026, program MBG telah menjangkau 61,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini didukung oleh 24.443 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi; 8.700 SPPG telah bersertifikat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi; 94.056 pemasok, termasuk 38.938 UMKM; 1.003.824 relawan MBG. Targetnya, MBG bisa menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun ini.