Logo Bloomberg Technoz

Di Tengah Risiko Downgrade, Obligasi PLN Dkk Masih Bertahan

Redaksi
13 February 2026 08:05

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah tekanan nilai tukar dan meningkatnya risiko penurunan peringkat kredit Indonesia yang dilabel oleh Moody's Investors Service pekan lalu, sektor utilitas justru menunjukkan daya tahan yang cukup menarik untuk dicermati. 

Laporan Bloomberg Intelligence pada Kamis (12/2/2026) menilai obligasi yang dikeluarkan sektor utilitas dan infrastruktur Indonesia, relatif mampu bertahan dan tidak terdampak, meski tetap berada dalam bayang-bayang risiko fiskal dan pelemahan rupiah.

Salah satunya adalah PT PLN (Persero) yang dapat menjadi jangkar stabilitas bagi banyak penerbit obligasi berbasis proyek. 


Skema kontrak jangka panjang dianggap mampu menciptakan visibilitas arus kas yang kuat. Bahkan ketika Moody's merevisi outlook kredit Indonesia menjadi negatif, risiko penurunan peringkat pada obligasi proyek relatif terbatas karena posisinya sudah berada satu tingkat di bawah PLN. 

Rating kredit obligasi PLN, sebagai salah satu perusahaan utilitas yang disokong pemerintah. (Bloomberg Intelligence)

Hal ini juga terjadi lantaran dukungan negara terhadap PLN dan perusahaan diperkirakan akan terus memenuhi kewajiban pembelian listriknya.