Logo Bloomberg Technoz

RKAB 2026 Ngaret: Produksi & Ekspor Tambang RI Bakal Melambat

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 January 2026 15:10

Ekskavator memuat lapisan tanah penutup ke dalam truk pengangkut di lubang tambang di wilayah operasi PT Timah di Sungai Liat, Pulau Bangka./Bloomberg
Ekskavator memuat lapisan tanah penutup ke dalam truk pengangkut di lubang tambang di wilayah operasi PT Timah di Sungai Liat, Pulau Bangka./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minerba meramal produksi serta penjualan domestik dan ekspor tambang pada awal tahun ini akan menurun lantaran banyaknya perusahaan belum mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Ketua Badan Keahlian Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli mewaspadai terdapat perusahaan lainnya yang bernasib seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), yang menyetop produksi tambangnya meskipun adanya relaksasi RKAB yang diberikan Kementerian ESDM.

“Sepertinya produksi dan penjualan baik domestik maupun ekspor pada awal 2026 akan menurun karena masih banyak yang belum mendapatkan persetujuan RKAB. Sebagai contoh Vale Indonesia juga belum mendapatkan persetujuan RKAB dan praktis berhenti beroperasi sampai RKAB-nya keluar,” kata Rizal ketika dihubungi, Senin (12/1/2026).


Terlambatnya penerbitan RKAB tersebut, lanjut dia, juga memengaruhi pendapatan perusahaan. Alasannya, penambang berpotensi gagal memenuhi permintaan pembeli gegara produksi menurun.

Rizal bahkan mewaspadai dampak terlambatnya penerbitan RKAB terhadap pasokan batu bara domestic market obligation (DMO) sektor ketenagalistrikan.