Logo Bloomberg Technoz

Kasus Campak Melonjak, Kemenkes Dorong Vaksin MR untuk Anak

Dinda Decembria
27 February 2026 16:20

Penanganan wabah campak di Amerika Serikat. (Dok Bloomberg)
Penanganan wabah campak di Amerika Serikat. (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian campak menyusul tren kenaikan kasus. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menegaskan penguatan imunisasi menjadi strategi utama untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Andi menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan imunisasi rutin serta imunisasi kejar Measles-Rubella (MR), terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang masih rendah. Selain itu, imunisasi MR tambahan juga diberikan di daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) sepanjang 2025 hingga 2026.

“Penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Kemudian pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025–2026. MR tambahan ini merupakan crash program,” ujar Andi dalam konferensi pers Kemenkes, Jumat (27/2).


Program tambahan tersebut dirancang sebagai langkah cepat atau crash program untuk mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat. Pemerintah menilai, kesenjangan cakupan imunisasi di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan kasus.

Selain imunisasi, Kementerian Kesehatan juga menggencarkan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan agar masyarakat konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penularan campak.