Logo Bloomberg Technoz

RKAB 2026 Telat, Penambang Batu Bara Tahan Investasi Awal Tahun

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 January 2026 10:40

Tumpukan batu bara di Terminal Kontainer Pelabuhan Guoyuan di Chongqing, China./Bloomberg-Na Bian
Tumpukan batu bara di Terminal Kontainer Pelabuhan Guoyuan di Chongqing, China./Bloomberg-Na Bian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) memprediksi pengusaha batu bara akan menahan investasi pada awal tahun ini gegara ketidakpastian rencana produksi akibat telatnya penerbitan persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ketua IMEF Singih Widagdo berpendapat keterlambatan penerbitan persetujuan RKAB 2026 diprediksi berdampak terhadap kepastian penggunaan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex), khususnya investasi untuk meningkatkan produksi perusahaan.

“Menurut saya, ke depan tata kelola atas RKAB harus terus diperbaiki, keterlambatan RKAB jelas berdampak. Kepastian produksi dan apalagi capex dengan melibatkan pihak perbankan tentu memerlukan kepastian revenue atas produksinya,” kata Singgih ketika dihubungi, Kamis (8/1/2026).

Tumpukan batu bara yang masih berasap dimuat ke truk. Fotografer: Muhammad Fadli/Bloomberg

Produksi Batu Bara

Di sisi lain, Singgih meyakini produksi batu bara pada awal tahun ini tidak begitu terdampak terlambatnya penerbitan RKAB.