Intervensi Gizi Digital, Langkah Telkom Cegah Stunting

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Telkom Indonesia Persero Tbk memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Tanah Air. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, perusahaan melaksanakan program intervensi gizi terpadu di sembilan provinsi.
Program tersebut menjangkau 3.169 anak sebagai penerima manfaat. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam mendukung target nasional penurunan stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai perusahaan digital telekomunikasi, Telkom tidak hanya memberikan bantuan nutrisi secara fisik. Perusahaan juga memanfaatkan teknologi melalui platform digital bernama Stunting Action Hub.
Dari total 3.169 anak penerima manfaat, sebanyak 1.231 anak telah terintegrasi dalam sistem digital tersebut. Platform ini berfungsi untuk mencatat dan memantau parameter pertumbuhan anak secara terstruktur.
Data yang dihimpun meliputi tinggi badan, berat badan, hingga status gizi. Melalui sistem ini, proses evaluasi intervensi dapat dilakukan secara lebih presisi dan berkelanjutan.
Sinergi Intervensi Gizi dan Teknologi
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting nasional masih berada pada angka 21,5 persen. Artinya, satu dari lima balita di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan.
Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 14 persen sebagai bagian dari prioritas pembangunan kesehatan. Tantangan ini menuntut pendekatan yang tidak hanya fokus pada pemberian nutrisi, tetapi juga sistem pendataan yang akurat.
Telkom melihat kebutuhan tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi. Melalui Stunting Action Hub, setiap intervensi dapat dipantau secara real time.
Program intervensi gizi Telkom dilaksanakan di Lampung, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah. Kerja sama ini bertujuan memastikan distribusi bantuan nutrisi dan pendampingan berjalan efektif serta tepat sasaran.
SGM Social Responsibility Telkom Hery Susanto menegaskan bahwa pendekatan berbasis data menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program. Menurutnya, integrasi antara bantuan fisik dan teknologi akan menciptakan dampak yang lebih terukur.
“Telkom memandang bahwa penanganan stunting tidak hanya memerlukan bantuan logistik, tetapi juga penguatan ekosistem data yang terintegrasi. Melalui Stunting Action Hub, kami berupaya memastikan setiap intervensi yang diberikan dapat terpantau secara terukur dan real-time. Sinergi antara bantuan fisik dan inovasi digital ini merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, sekaligus menunjukkan komitmen kami bahwa teknologi harus hadir untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang paling mendasar ” ujarnya.
Melalui platform digital tersebut, pemantauan pertumbuhan anak dapat dilakukan secara berkala. Data yang terkumpul juga dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan dan strategi intervensi selanjutnya.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Telkom. Inisiatif tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ketiga, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Telkom menilai bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor dan dukungan teknologi agar setiap intervensi memiliki dampak nyata.
Dengan memadukan intervensi gizi dan digitalisasi data kesehatan, Telkom berupaya mendorong praktik penanggulangan stunting yang lebih transparan. Transparansi ini penting untuk memastikan akuntabilitas program.
Selain itu, pendekatan digital memungkinkan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini membantu memastikan anak anak penerima manfaat mendapatkan pendampingan yang konsisten.
Kontribusi Telkom dalam program ini juga mempertegas peran perusahaan sebagai agen pembangunan. Teknologi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga berdampak sosial.
Ke depan, Telkom berharap model intervensi berbasis data ini dapat direplikasi dan diperluas. Dengan demikian, upaya penurunan stunting dapat semakin efektif dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui langkah konkret ini, Telkom menunjukkan bahwa transformasi digital dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan kesehatan nasional. Dukungan berkelanjutan terhadap generasi muda diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing global.































