Logo Bloomberg Technoz

Harga bijih besi telah naik sekitar 8% sejak pertengahan Desember, tetapi fundamental menunjukkan potensi pelemahan.

Persediaan impor di pelabuhan China meningkat untuk minggu keenam berturut-turut ke level tertinggi sejak April 2022, data dari Shanghai SteelHome E-Commerce Co. menunjukkan.

Namun, pasar saham mengambil pandangan yang lebih positif terhadap bijih besi tahun ini, menurut analis di Jefferies Financial Group Inc.

Saham perusahaan pertambangan besar telah meningkat sekitar 40% relatif terhadap komoditas tersebut sejak awal 2025 dan pasar sekarang memperkirakan rata-rata US$100/ton untuk tahun 2026, tulis mereka dalam sebuah catatan.

Kontrak berjangka Singapura naik 0,6% menjadi US$109,10/ton pada pukul 11:50 pagi waktu setempat, sementara kontrak berdenominasi yuan di Dalian naik 1,2%. Kontrak berjangka baja Shanghai juga mengalami kenaikan.

(bbn)

No more pages