Logo Bloomberg Technoz

Kasus Super Flu di AS Melonjak, New York Terdampak Paling Parah

Redaksi
10 January 2026 12:30

Ilustrasi Flu. (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ilustrasi Flu. (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - AS mengalami tingkat infeksi tertinggi dalam hampir tiga dekade. Menurut statistik flu yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Senin, semua negara bagian kecuali empat melaporkan peningkatan tingkat penyakit akibat penyebaran subklade K dari strain virus baru.

New York termasuk di antara wilayah yang terdampak paling parah: Negara bagian ini mencatat jumlah rawat inap akibat super flu tertinggi dalam satu pekan antara Jumat, 26 Desember, dan Jumat, 2 Januari.

Departemen Kesehatan New York melaporkan 4.546 pasien rawat inap di seluruh negara bagian pada pekan terakhir Desember hingga awal Januari. Angka ini lebih besar dibandingkan pekan sebelumnya.


"Hampir 1.000 orang lebih dirawat di rumah sakit selama periode tujuh hari terakhir ini dibandingkan dengan pekan sebelumnya," kata Komisaris Kesehatan New York, dr James McDonald, melansir New York Post, Sabtu (10/1/2026).

Pekan sebelumnya sudah mencatat lebih banyak orang mengunjungi ruang gawat darurat (IGD) karena gejala flu dibandingkan dengan pekan mana pun dalam 10 tahun terakhir.