"Masih ada waktu untuk mendapatkan vaksin flu," imbuh McDonald, "dan ingat, flu dapat diobati dengan obat antivirus jika dimulai dalam 48 jam setelah gejala muncul [sesuai] dengan pertimbangan dokter Anda."
Pada minggu terakhir Desember, AS mengalami peningkatan sebesar 33% dalam tes flu positif.
Lebih dari 8% kunjungan ke dokter disebabkan oleh sakit tenggorokan dan batuk parah—dua gejala khas virus ini—naik dari angka tahun lalu sebesar 6,7%.
Jumlah orang sakit terus meningkat sepanjang musim liburan, bahkan mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan sejak November, saat subklade K menyebabkan lebih dari setengah kasus flu di AS.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa bahkan saat ini belum mencapai puncaknya karena influenza "terus meningkat di seluruh negeri," kata CDC.
Per 27 Desember, 30 negara bagian dari semua wilayah masuk ke tingkat tertinggi aktivitas flu menurut CDC. Sebelum puncak musim liburan, hanya enam negara bagian yang dianggap mengalami aktivitas flu tinggi.
Negara-negara bagian di Pantai Timur, termasuk Maine dan New York, di Midwest dan Selatan semuanya mengalami lonjakan drastis hanya dalam dua pekan, antara 13 Desember dan 27 Desember. Montana dan Vermont adalah dua negara bagian dengan tingkat flu terendah.
Wabah juga dilaporkan di Kanada, Inggris Raya, dan Jepang, yang mencatat lebih dari 6.000 kasus dan beberapa anak dirawat di rumah sakit.
Sementara itu, jumlah pasien rawat inap mencapai level tertinggi sejak 2010. Para ahli khawatir angka tersebut akan memburuk seiring bertambahnya jumlah orang yang jatuh sakit.
"Virus-virus ini serius, berbahaya, dan mengancam nyawa," kata dr Robbie Goldstein, Komisaris Kesehatan Masyarakat Massachusetts, dalam siaran pers. "Kita melihat anak-anak sakit parah, keluarga berduka atas kehilangan yang menghancurkan, dan rumah sakit kewalahan."
(ros)




























