NINE Rencanakan Rights Issue untuk Integrasi Tambang Mongolia
Artha Adventy
10 January 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) merencanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue guna mengintegrasikan aset tambang di Mongolia ke dalam portofolio perseroan.
Direktur Utama Techno9 Indonesia, Nuzwan Gufron menyatakan integrasi aset tambang Mongolia akan dilakukan melalui mekanisme PMHMETD. Rencananya, rights issue ini akan dilakukan selambat-lambatnya pada kuartal II-2026 mendatang.
"Integrasi aset-aset Mongolia ke dalam Techno9 Indonesia ini dilakukan melalui proses PMHMETD," ujar Nuzwan dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan bahwa Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) telah menandatangani framework agreement kerja sama pertambangan dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction plus Finance (EPC+F) berskala besar di Mongolia.
"EPC+F tersebut berencana melakukan investasi lebih dari US$100 juta untuk mengimplementasikan operasional pertambangan dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 20 juta ton," bebernya.




























