Logo Bloomberg Technoz

Saham Naik Signifikan, BNBR Rights Issue & Potensi Dilusi 33%

Recha Tiara Dermawan
22 January 2026 09:10

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, menyusul aksi pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Rencana tersebut disampaikan setelah saham BNBR mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Adapun Cimanggis Cibitung Tollways merupakan aset strategis yang diambil alih oleh PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), entitas yang dikendalikan perseroan, pada 2025. Manajemen menilai langkah penambahan modal diperlukan untuk memperkuat struktur pendanaan pasca akuisisi tersebut.

“Dengan demikian, perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan CCT serta mendukung modal kerja dan pengembangan usaha perseroan dan CCT,” tulis manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (22/1/2026).


Dalam aksi korporasi ini, BNBR akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E yang berasal dari saham portepel, dengan nilai nominal Rp12/saham.

Pelaksanaan PMHMETD berpotensi menimbulkan efek dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, dengan persentase dilusi mencapai maksimal 33,33% setelah HMETD dilakukan.