Logo Bloomberg Technoz

Dikaitkan dengan Rights Issue, Rugi PYFA Malah Membengkak

Redaksi
02 November 2025 17:00

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja keuangan emiten farmasi, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), semakin tertekan. Kerugian perusahaan membengkak dan terjadi di tengah isu rights issue.

Berdasarkan laporan keuangan, PYFA sejatinya mampu mencatat kenaikan pendapatan 77,33% secara tahunan menjadi Rp2,06 triliun hingga kuartal III-2025.

Sejalan dengan kenaikan itu, beban pokok PYFA turut naik 89,64% secara tahunan menjadi Rp1,64 triliun. Meski persentasenya lebih besar, namun perusahaan masih mampu mencatat kenaikan laba kotor 41,28% secara tahunan menjadi Rp417,86 miliar.


Kenaikan beban penjualan dan pemasaran sejatinya juga tidak terlalu signifikan, sebesar 12,93% secara tahunan menjadi Rp186,73 miliar.

Akan tetapi, PYFA mencatat kenaikan beban umum & administrasi hingga 100,26% secara tahunan menjadi Rp319,39 miliar.