Nuzwan mengklaim melalui kemitraan strategis ini, Poh Group dan NINE tidak akan menanggung belanja modal (Capex), baik untuk tambang milik sendiri maupun kerja sama operasi dengan Poh Group dan NINE.
Meski demikian, realisasi rencana investasi ini bergantung pada hasil uji tuntas (due diligence) yang memuaskan dan persetujuan atau pencatatan investasi luar negeri (Overseas Direct Investment/ODI) yang diperlukan dari otoritas China. Jumlah investasi aktual akan disesuaikan dengan besaran persetujuan atau pencatatan yang diperoleh.
Aset tambang Mongolia yang akan diintegrasikan ke dalam NINE dimiliki 100% oleh Poh Kay Ping dan mencakup dua konsesi pertambangan batu bara dan semi-soft coking coal.
Perseroan menargetkan pendaftaran rights issue selambat-lambatnya pada kuartal II-2026 dan memastikan proses integrasi aset tersebut tidak berdampak terhadap kas perseroan.
(art/ros)


























