Logo Bloomberg Technoz

Gejolak AS–Venezuela, Investor Lokal Jadi Penyangga IHSG

Artha Adventy
10 January 2026 07:00

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kuatnya basis investor domestik menjadi penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan jual investor asing dan meningkatnya sentimen geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan gejolak geopolitik bukan hal baru bagi pasar keuangan Indonesia. Dalam kurun 5–10 tahun terakhir, investor dinilai semakin matang dalam menyikapi berbagai risiko global dan mampu mengantisipasi dampaknya terhadap pasar maupun kinerja emiten secara individual.

Menurutnya, pola investasi menunjukkan investor semakin memahami profil risiko dan tetap berfokus pada fundamental perusahaan, meskipun terjadi tekanan eksternal.


Jeffrey menilai aksi jual bersih investor asing justru mencerminkan keberhasilan pendalaman pasar yang dilakukan BEI bersama para pemangku kepentingan. Ia menjelaskan pada periode sebelumnya, aksi net sell asing dalam skala besar hampir selalu diikuti pelemahan indeks.

Namun, kondisi tersebut mulai berubah seiring meningkatnya peran investor domestik, khususnya investor ritel, dalam menyerap tekanan jual asing.