Logo Bloomberg Technoz

Glencore memiliki aset tembaga yang besar dan menarik, tetapi bisnis batu baranya telah lama dianggap sebagai hambatan potensial bagi calon pembeli.

Struktur dan cakupan kesepakatan masih dibahas, tetapi salah satu skenario utama yang dipertimbangkan adalah akuisisi seluruh Glencore, termasuk bisnis batu baranya, kata sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena informasi bersifat rahasia. 

Belum ada keputusan akhir yang dibuat, dan Rio juga dapat memilih untuk menjual bisnis batu bara di kemudian hari jika kesepakatan berhasil.

Perwakilan Rio Tinto dan Glencore menolak berkomentar.

Kesediaan Rio untuk kembali ke bisnis batu bara mencerminkan perubahan secara luas dalam iklim bisnis dan politik. Pasalnya, Presiden AS Donald Trump mendukung penolakan terhadap kebijakan ramah lingkungan.

Rio dan Glencore sebelumnya mengadakan diskusi tentang merger pada 2024, tetapi pembicaraan tersebut gagal setelah mereka tidak mencapai kesepakatan mengenai beberapa isu, termasuk valuasi nilai.

Sejak itu, harga tembaga melonjak ke rekor tertinggi, dan Glencore berusaha menempatkan diri sebagai perusahaan dengan potensi pertumbuhan tembaga yang besar. Rio mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari bijih besi.

Bisnis batu bara Glencore secara rutin menjadi sumber keuntungan terbesarnya, meski unit ini berkinerja buruk selama setahun terakhir akibat anjloknya harga batu bara. 

Pada 2023, Glencore mengumumkan rencana untuk memisahkan operasi batu bara menjadi perusahaan terpisah, setelah mengakuisisi sejumlah tambang batu bara untuk industri baja dari Teck Resources Ltd Kanada.

Namun, rencana tersebut dibatalkan setahun kemudian setelah mereka mengalami penolakan dari pemegang saham utama.

(bbn)

No more pages