Logo Bloomberg Technoz

Saham LG Energy sedikit berubah di Seoul setelah hasil tersebut, dan telah anjlok sekitar 20% dalam sebulan terakhir karena meningkatnya kekhawatiran bahwa transisi dunia ke kendaraan listrik kehilangan momentum.

Gejolak ini sangat terasa di AS, di mana Presiden Donald Trump telah menghapus kredit pajak federal untuk pembelian kendaraan listrik dan berencana untuk secara signifikan melemahkan persyaratan efisiensi bahan bakar.

Dampak finansialnya telah menjerat beberapa nama terbesar di industri ini, dengan General Motors Co. memperingatkan akan menanggung biaya tambahan sebesar US$6 miliar terkait dengan pengurangan produksi dan Ford Motor Co. mengumumkan biaya sebesar US$19,5 miliar dari perombakan bisnis kendaraan listriknya.

Tantangan juga makin meningkat bagi para produsen baterai. Ford telah membatalkan kesepakatan baterai senilai 9,6 triliun won dengan LG dan sedang membubarkan usaha patungan di AS dengan unit baterai SK Innovation Co., SK On, karena mereka mengurangi ambisi mereka di bidang EV.

Freudenberg Battery Power Systems dari Jerman membatalkan perjanjian senilai 3,9 triliun won dengan LG Energy Solution karena mereka keluar dari bisnis baterai.

LG Energy juga menjual fasilitas dan aset lainnya dari pabrik baterai yang mereka kelola bersama dengan Honda Motor Co. di Ohio kepada produsen mobil Jepang tersebut untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Selain pengurangan dukungan kebijakan untuk transisi EV, LG Energy menghadapi hambatan dari tarif AS dan persaingan yang semakin ketat dengan para pesaing dari China.

Mereka juga masih berupaya untuk mengatasi penggerebekan imigrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bulan September di pabrik Georgia yang mereka kelola bersama Hyundai Motor Co., di mana ratusan pekerja Korea Selatan ditahan.

Dengan prospek EV yang memburuk, LG Energy telah meningkatkan bisnis sistem penyimpanan energinya dan sedang membangun dua jalur produksi di Arizona dan Michigan.

CEO LG Energy, Kim Dong Myung, mengatakan pekan ini bahwa perusahaan akan mempercepat peralihan produksi baterai EV di Amerika Utara, Eropa, dan Tiongkok untuk meningkatkan kapasitas ESS (Energy Storage System).

Perusahaan juga bertujuan untuk memprioritaskan penggunaan kecerdasan buatan dalam pengembangan produk dan material, serta manufaktur, dengan tujuan meningkatkan produktivitas setidaknya 30% pada tahun 2030.

“Saya berupaya untuk sepenuhnya mewujudkan potensi pertumbuhan bisnis ESS kami. Permintaan akan ESS berkembang lebih cepat dari sebelumnya, dan ini adalah peluang penting yang akan menentukan keberhasilan penyeimbangan kembali portofolio kami,” katanya dalam pesan Tahun Baru.

(bbn)

No more pages