Logo Bloomberg Technoz

Rio Tinto Mau Caplok Glencore, Bisa Jadi Penambang Terbesar Dunia

News
09 January 2026 09:39

Truk autonomous milik Rio Tinto di tambang Gudai-Darri, Australia. (Fotografer: Carla Gottgens/Bloomberg)
Truk autonomous milik Rio Tinto di tambang Gudai-Darri, Australia. (Fotografer: Carla Gottgens/Bloomberg)

Thomas Biesheuvel dan Jacob Lorinc - Bloomberg News

Bloomberg, Rio Tinto Group sedang dalam pembicaraan untuk membeli Glencore Plc guna membentuk perusahaan pertambangan terbesar di dunia dengan nilai pasar gabungan lebih dari US$200 miliar atau setara Rp3.366 triliun. Rencana ini kembali digaungkan setelah pembicaraan sebelumnya, tahun lalu, antara kedua perusahaan gagal.

Kedua perusahaan telah membahas kemungkinan penggabungan sebagian atau seluruh bisnis mereka, termasuk akuisisi seluruh saham, seperti yang diungkapkan dalam pernyataan terpisah pada, Kamis (8/1/2026). Saham Glencore yang tercatat naik 8,8% di bursa New York, Amerika Serikat (AS). Saham Rio Tinto turun 5% pada awal perdagangan di Sydney, Australia.


Penggabungan kedua perusahaan ini akan menjadi kesepakatan terbesar dalam industri yang dilanda demam akuisisi, di mana produsen terbesar berusaha memperkuat posisi mereka dalam produksi tembaga — logam krusial untuk transisi energi yang saat ini diperdagangkan mendekati rekor tertinggi. Glencore dan Rio keduanya memiliki aset tembaga yang besar, dan kesepakatan potensial ini akan menciptakan raksasa pertambangan baru yang dapat menyaingi BHP Group, yang selama ini memegang gelar sebagai perusahaan pertambangan terbesar.

Namun, analis sebelumnya telah mengangkat pertanyaan tentang hambatan potensial dalam kesepakatan ini. Glencore adalah salah satu produsen batu bara terbesar di dunia — bisnis yang telah ditinggalkan oleh Rio Tinto — sementara kedua perusahaan memiliki budaya yang sangat berbeda.

Glencore CEO, Gary Nagle (Bloomberg Mercury).