Periode perputaran (roll period) Bloomberg Commodities Index berlangsung dari hari kerja keenam hingga hari kerja ke-10 di awal tahun. Namun, biasanya terdapat jeda satu hari dibanding aktivitas perdagangan untuk penyeimbangan indeks, yang umumnya tersebar merata dari hari kerja kelima hingga kesembilan.
Kedua logam tersebut menghadapi tekanan jual serupa akibat penyeimbangan indeks tahun lalu tanpa menimbulkan dampak berarti terhadap pasar, menurut catatan JPMorgan Chase & Co tertanggal 12 Desember. Namun, bank tersebut menilai skala penjualan yang dibutuhkan untuk perak tahun ini jauh lebih besar.
Analis secara umum tetap optimistis terhadap emas setelah mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Sepanjang tahun lalu, emas batangan menorehkan serangkaian rekor harga, didukung oleh tingginya pembelian bank sentral dan arus masuk ke ETF berbasis emas. Pelemahan dolar AS turut menopang harga dengan membuat emas lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain.
“Reli ini didorong oleh kombinasi kuat pembelian aset lindung nilai dan risk-off, yang sebagian dipicu oleh melemahnya dolar AS serta ketidakpastian kebijakan,” tulis James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC Holdings Plc Steel memperkirakan harga emas dapat mencapai US$5.000 per ons pada paruh pertama 2026, ditopang meningkatnya risiko geopolitik dan membengkaknya utang fiskal.
Pelaku pasar kini menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting AS pada Jumat, termasuk laporan ketenagakerjaan Desember. Data yang lebih lemah berpotensi memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), yang menjadi sentimen positif bagi logam mulia tanpa imbal hasil.
Reli perak—yang melonjak hampir 150% sepanjang tahun lalu—bahkan dinilai lebih spektakuler dibanding emas. Pasar sempat dilanda short squeeze bersejarah pada Oktober, dan perak terus diuntungkan oleh ketatnya pasokan di pasar spot utama London, di tengah kekhawatiran tarif yang menghambat aliran logam dari gudang-gudang yang penuh di AS.
Penyeimbangan indeks dapat “menahan potensi kenaikan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, perak memiliki momentum yang lebih kuat,” kata David Wilson, direktur strategi komoditas di BNP Paribas SA.
Emas naik tipis ke level US$4.475,42 per ons pada pukul 16.08 waktu London. Perak turun 1,5% ke US$76,99. Platinum melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya, sementara paladium menguat. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat relatif datar.
(bbn)




























